Kesenian kuda lumping dan ogoh-ogoh bisa jadi sarana pemersatu bangsa

TUNGGAL WARGA- Kuda Lumping dan ogoh-ogoh adalah kesenian tradisional yang merupakan budaya warisan leluhur yang harus di lestarikan.

Kuda lumping adalah budaya dari suku jawa, sedangkan ogoh-ogoh dari suku Bali.

Walaupun kedua kesenian tersebut seni tradisional dari suku Jawa dan Bali. Setiap ada di tampilkan kedua kesenian tradisional tersebut baik di acara pesta warga ataupun acara resmi pemerintah sangat di pastikan banyak yang menonton.

Di situ kami perhatikan yang menonton bukan hanya orang Jawa atau orang Bali aja, melainkan dari semua suku dan agama ada di situ untuk menyaksikan hiburan tersebut.

Sudah sering penulis melihat atau mengamati setiap ada kuda lumping atau ogoh-ogoh. Para warga masyarakat sangat senang dan lupa mereka itu siapa.

Mereka sangat menikmati hiburan tersebut. Tidak pernah terjadi gangguan keamanan atau keributan pada acara tersebut.

Mereka menjadi satu . Tujuan mereka hanya satu yaitu mencari hiburan dan menikmati hiburan tersebut.

Kalau boleh usul ke pemerintah, kalau ada acara di pemerintahan seperti sosialisasi mengenai program yang harus disampaikan ke masyarakat banyak. Ada baiknya di tampilkan kesenian tersebut.

Karena menurut saya dua kesenian tersebut bisa menjadi sarana pemersatu rakyat. Dan budaya ini layak menjadi budaya nasional, dan bisa di tampilkan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Kesenian kuda lumping Kartiko Mudo yang akan menghibur acara pencanangan GSMK. Dokumentasi by JAINI.
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari