Potensi ternak jangkrik 

Gambar Jangkrik yang dibudidayakan. ( Dok. desa / Poto : JAINI )

tunggalwarga.desa.id (30/12/2017). Jangkrik merupakan jenis serangga, yang masih berkerabat dekat dengan belalang. Jangkrik mempunyai nama latin “grillus assimilis”, Jenis jangkrik sangat banyak jenisnya. di dunia ada sekitar 900 jenis jangkrik, sedangkan di Indonesia ada 123 jenis jangkrik. Untuk jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan yaitu jangkrik kalung, jangkrik seliring, dan jangkrik alam.

Budidaya jangkrik tidak terlalu sulit. Asal ada kemauan dan telaten pasti akan berhasil. Apalagi untuk mencari calon indukan jenis jangkrik alam sangat mudah didapat. Dengan menggunakan alat-alat yang sederhana seperti serok atau jaring, bisa diperoleh calon indukan jangka di alam. Selain dengan mencari langsung di alam, juga bisa dengan membeli calon indukan jangkrik di peternak lain, kemudian dibesarkan, maka akan menjadi indukan jangkrik.

Jenis jangkrik alam ini, telah dibudidayakan oleh Amin Fadillah salah seorang warga masyarakat Kampung Tunggal Warga. Beliau sudah membudidayakan jenis jangkrik ini, sejak tahun 2014 sampai sekarang. Beliau memulai usaha ini, dengan modal awal 8 juta rupiah. Modal awal ini, digunakan untuk membuat kandang dan kotak untuk tempat budidaya jangkrik.

Poto Amin Fadillah Peternak Jangkrik kampung tunggal warga. ( Dok.desa / Poto : JAINI ).

Amin mengatakan, awalnya mencari indukan jangkrik di sekitar pekarangan rumah. Setelah mendapatkan indukan yang siap bertelur, dia tempatkan di kotak yang berisi pasir sebagai media bertelur. Setelah jangkrik bertelur, pasir yang telah berisi telur di pindah ke kotak pembesaran jangkrik.

Di kotak pembesaran inilah, nantinya telur akan menetas dan akan berbentuk jangkrik kecil. Setelah menjadi jangkrik kecil, mulai di beri asupan makanan berupa pelet. Selain makanan dari pelet, jangkrik juga memakan sayur-sayuran dan dedaunan. jenis dedaunan seperti daun pisang dan rumput. Semakin besar jangkrik, semakin banyak asupan makanan yang diperlukan.

Sedikit kendala dalam ternak jangkrik adalah saat cuaca yang ekstrim seperti curah hujan yang terlalu tinggi. Ini bisa mengakibatkan kematian pada Jangkrik yang sudah dalam keadaan mau di panen. Juga karena sifat dari Jangkrik yang kanibal atau pemakan teman, pemberian asupan makanan harus benar-benar cukup. Kalau tidak pasti akan memakan jangkrik yang lemah sebagai makanannya.

Pemasaran dari hasil panen jangkrik ini sangat mudah, karena konsumen langsung datang dan membeli jangkrik di lokasi kandang. Sehingga masalah pemasaran selama ini tidak menjadi masalah.

Jangkrik dalam kotak yang sudah berumur sekitar 20 hari. ( Dok.desa / Poto : JAINI ).

Jangkrik alam ini, siap dipanen setelah usia 35 hari. Konsumen yang banyak menggunakan jangkrik ini, adalah sebagai pakan burung dan untuk umpan memancing. Harga jual jangkrik saat ini 50 ribu rupiah per kilo gram.

“Harapan saya sebagai peternak jangkrik , agar ada bantuan untuk peternak jangkrik dari Dinas Peternakan. baik berupa bantuan pakan ataupun bantuan yang lain,” kata Amin.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari