Budi daya udang di bumi dipasena

tunggalwarga.desa.id ( 02/01/2018 ). Udang adalah hewan kecil tak bertulang belakang ( Invertebrata ), yang tempat hidupnya adalah di dasar lautan atau danau. Jenis udang ada lebih dari 2000 spesies. Jenis udang yang sering di budidayakan adalah udang windu ( penaeus monodon ) dan udang Vanamei ( litopenaeus vannamei ). Akhir-akhir ini sudah jarang yang membudidayakan udang windu. Karena udang windu mudah terserang penyakit white spot ( bintik putih ). Yang banyak dibudidayakan akhir-akhir ini adalah udang vannamei, karena udang ini bisa ditebar dalam jumlah tinggi, dan SR atau tingkat kehidupannya tinggi, juga tahan terhadap serangan penyakit. Seperti halnya di pertambakan eks PT. Dipasena Citra Darmaja ( PT. DVD ), sekarang mayoritas membudidayakan udang jenis ini.

Dengan sistem budidaya udang yang mandiri, petambak di bumi dipasena mengatur sendiri segala sesuatu yang dibutuhkan dalam budidaya udang. Seperti kebutuhan air, pakan, dan obat-obatan semua diusahakan sendiri oleh petambak. Tidak seperti dulu waktu bermitra dengan perusahaan, segala sesuatu kebutuhan untuk budidaya disediakan oleh perusahaan.

Hasil panen udang vannamei yang mau di kemas di bok kontainer. ( Dok.desa / Poto : Jaini ).

Dengan tebar mandiri, petambak bebas menentukan kapan mau tebar, berapa jumlah tebar, dan waktu panen bebas mau menjual udangnya kemana saja. Petambak bisa memilih jenis benur yang mau dibeli, juga pakan dan obat-obatan yang mau dipakai.

Bagi petambak yang tidak mempunyai modal yang cukup, ada semacam bapak angkat yang bisa mencukupi kebutuhan benur dan pakan yang dibutuhkan selama budidaya. Tapi hal ini ada kesepakatan mengetahui harga pakan, dan udang yang di panen nanti harus di jual sama bapak angkat.

Bok-bok yang sudah berisi udang vannamei dan siap dikirim ke pulau jawa. ( Dok.desa / Poto :Jaini ).

“Alhamdulillah harga udang vannamei lumayan bagus saat ini, dengan harga udang size standar 65 ribu rupiah per kilo gram, bahkan sebelumnya pernah mencapai harga 85 ribu per kilo gram,”kata misdi woro salah seorang petambak udang di blok 8 jalur 50 nomer 7. Hal ini sangat menguntungkan bagi kami. 

“Di tambah dengan hasil udang yang lumayan bagus saat ini. Dalam satu lot tambak bisa mendapatkan 500 – 600 Kg. Sehingga pendapatan kami lumayan banyak. Bisa mendapatkan hasil 20 juta per lotnya,”tambahnya.

Dermaga tempat mengumpulkan hasil panen untuk di paking. ( Dok.desa / Poto : Jaini ).

Para petambak udang vannamei di bumi dipasena mengharapkan agar harga udang bisa stabil, sehingga mereka tetap mendapatkan keuntungan dari budidaya udang ini. Dengan hasil yang mereka dapatkan mudah-mudahan bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka dan bisa untuk modal budidaya udang lagi.

( Red./ Jaini )

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari