Kegiatan rutin sema’an al-qur’an

Kegiatan Majelis sema'an Alqur'an Dzikril Ghofilin. ( Dok.tunggalwarga.desa.id / Photo : Jaini ).

tunggalwarga.desa.id ( 08/01/2018 ). Alqur’an adalah Kitab Suci utama agama Islam, yang di turunkan oleh Alloh kepada Nabi Muhammad SAW.Alqur’an difirmankan langsung oleh Alloh kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari selama 23 tahun.Kitab Alqur’an ini diturunkan dimulai sejak tanggal 17 Ramadhan, saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun,hingga kematiannya di tahun 632 M.

Kitab ini dikenal sebagai karya seni sastra Bahasa Arab terbaik di dunia. Umat islam mengamalkan Alqur’an dengan membaca dan memahami isinya. Bahkan untuk melestarikan ayat-ayat Alqur’an, banyak yang belajar untuk menghafalkan isi Alqur’an melalui Pondok Pesantren Hafidz Qur’an. Santri yang berhasil menghafal Alqur’an disebut sebagai Hafidz atau Hafidzoh.

Para Hafidz sedang membaca Alqur’an dan di semak oleh Hafidz yang lain. ( Dok.tunggalwarga.desa.id / Photo : Jaini )

Melalui Majelis Sema’an Alqur’an Dzikrul Ghofilin Kabupaten Tulang Bawang, kemarian dilaksanakan kegiatan sema’an Alqur’an yang diikuti oleh Hafidz dan Hafidzoh di wilayah Kabupaten Tulang Bawang. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Kampung Tunggal Warga. Di ikuti oleh 22 Hafidz dan Hafidzoh dari beberapa Kampung di Kecamatan Banjar Agung, Banjar Margo, Gedung Aji Lama, bahkan ada yang dari Tulang Bawang Barat.

Kegiatan sema’an Alqur’an ini dimulai langsung dengan pembacaan Kitab Suci Alqur’an oleh Hafidz dan Hafidzoh secara bergantian. Para jama’ah yang hadir dalam acara ini ikut menyimak pembacaan Ayat Suci Alqur’an yang dibacakan opeh para Hafidz.

Hafidzoh dari Kampung Tunggal Warga Ibu Bintan sedang membacakan ayat suci Alqur’an. ( Dok.tunggalwarga.des.id / Photo :e Jaini )

Menurut keterangan salah seorang Hafidz dari Kampung Tunggal Warga Hi. Marzuki Asyifa, kegiatan ini adalah inisiatif dari para Hafidz dan Hafidzah. ” Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengasah kembali bacaan hafalan Al-Qur’an, kalau tidak sering diamalkan atau dibaca, nanti akan bisa lupa,”kata beliau.

Mengenai biaya kegiatan pelaksanaan acara sema’an ini dibebankan kepada tuan rumah yang berketempatan. Seperti panggung, sound system, dan makan minum untuk kegiatan ini. “Alhamdulillah untuk kebutuhan yang diperlukan dalam acara ini sudah dicukupi oleh Masjid Nurul Iman melalui ketua DKM nya. Mengenai konsumsi di bantu oleh Ibu-Ibu jama’ah pengajian dengan membawa nasi bungkus,” tambah beliau.

Para Jama’ah ikut menyimak pembacaan ayat suci Alqur’an yang dibacakan oleh para Hafidz dan Hafidzoh. ( Dok.tunggalwarga.desa.id / Photo : Jaini )

Dengan dilaksanakan kegiatan sema’an Al-Qur’an ini, diharapkan bisa melestarikan dan membudayakan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, bahkan bisa menghafalkan Al-Qur’an yang merupakan Kitab Suci umat Islam. Sehingga Al-Qur’an sebagai Kitab suci ini bukan hanya sebagai pajangan belaka, tapi tetap di baca dan diamalkan isinya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari