Potensi kerajinan batik tulis

Hasil kerajinan batik tulis yang siap untuk di pasarkan. ( Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini ).

tunggalwarga.desa.id ( 11/01/2018 ). Batik adalah sebuah kerajinan tangan yang mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, dan merupakan sebuah bagian dari budaya Indonesia sejak dahulu kala. Kata “batik” berasal dari gabungan dari dua kata bahasa jawa yaitu “amba” yang bermakna menulis dan “titik” yang bermakna titik. Jadi batik artinya menulis titik, atau menulis di kain yang masih polos.

Kerajinan batik tulis ini sekarang sudah sangat jarang sekali yang menguasai, karena mempunyai tingkat kerumitan yang sangat tinggi. Di butuhkan ketelatenan dan ketelitian, juga kesabaran untuk bisa memahami kerajinan ini. Makanya tidak heran kalau jumlah pengrajin semakin menurun.
Dengan semakin menurunnya jumlah pengrajin batik tulis, di khawatirkan akan menjadi punah seni batik tulis ini yang merupakan bagian dari budaya bangsa. Oleh karena itu, pemerintah melalui dinas terkait salah satunya Dinas Sosial mengadakan pelatihan secara gratis bagi penyandang disabilitas, juga untuk masyarakat usia produktif.

Tim TPID Kecamatan Banjar Agung sedang melihat hasil kerajinan batik tulis. (Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini )

Berkat kegiatan pelatihan kerajinan batik tulis yang diadakan oleh Dinas Sosial Provinsi Lampung, bekerja sama dengan LKS Kharisma, dan TKSK Kecamatan Banjar Agung, di Kampung Tunggal Warga telah mempunyai seorang warga masyarakat yang sudah mampu membuat kerajinan batik tulis. Dia adalah Nurul Setyaningsih warga masyarakat Kampung Tunggal Warga dari Rk 08. Dia telah berhasil mengikuti pelatihan membatik sampai mahir dan memperoleh sertifikat pelatihan. Inilah potensi sumber daya manusia yang perlu di kembangkan, mengingat sangat langkanya kerajinan batik tulis ini.

Untuk mengembangkan potensi pengrajin batik tulis ini, Pemerintah Kampung Tunggal Warga bersama dengan TPID atau Tim Pelaksana Inovasi Desa Kecamatan Banjar Agung mengusulkan kerajinan ini dalam bursa inovasi desa. Tim TPID telah melaksanakan kunjungan ke tempat pengrajin batik tulis, untuk mengambil data yang di perlukan untuk melakukan usulan pengembangan kegiatan ini.

Nurul Setyaningsih menunjukkan sertipikat hasil mengikuti pelatihan kerajinan batik tulis. ( Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini ).

Mudah-mudahan melalui usulan di Program Inovasi Desa, kegiatan kerajinan batik tulis ini bisa mendapatkan bantuan dana untuk pengembangan usaha juga untuk mempermudah pemasaran hasil kerajinan batik tulis ini. ” Saya mengharapkan usulan ini bisa di realisasikan, supaya saya bisa mengembangkan kerajinan batik tulis ini,” ungakap Nurul.

(Red./Jaini)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari