Bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas

Empat orang yang akan menerima bantuan kaki palsu. ( Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini ).

tunggalwarga.desa.id ( 20/01/2018 ). Kaki merupakan alat vital manusia untuk berjalan dan membawa tubuh untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Manusia akan terbatas aktivitasnya apabila tidak memiliki salah satu atau dua kakinya. Seseorang kehilangan salah satu atau dua kakinya sebagian besar akibat dari kecelakaan yang parah, sehingga mengakibatkan rusak atau hancurnya kaki. Karena kaki sudah tidak memungkinkan untuk normal kembali, akhirnya Dokter memutuskan untuk melakukan amputasi pada kaki.

Selain dari akibat kecelakaan yang parah, proses amputasi pada kaki bisa disebabkan karena infeksi pada penderita Diabetes Melitus. Karena terjadinya infeksi yang parah, untuk menghindari penyebaran infeksi sampai ke organ vital yang lain seperti jantung, maka Dokter memutuskan untuk melakukan amputasi.

Budi Irawan sebelum mendapatkan bantuan kaki palsu. ( Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Rismayanti ).

Seperti yang telah terjadi pada warga Kampung Tunggal Warga Budi Irawan. Karena kecelakaan parah yang dialaminya sekitar tahun 2011, akhirnya Dokter memutuskan untuk melakukan amputasi pada kakinya. Selama kurang lebih 7 ( tujuh ) tahun, budi menggunakan bantuan tongkat untuk berjalan. Kegiatannya menjadi agak terhambat karena harus mengg

Poto bersama empat orang penerima bantuan kaki palsu dengan Ketua TKSK Banjar Agung dan anggota PSM Kampung Tunggal Warga. ( Dok.tunggalwrga.desa.id/Photo : Jaini )

kaki palsu dari sebuah Yayasan Peduli Tuna Daksa milik Negara India yang berdomisili di Jakarta. Bunda Risma juga mengapresiasi kinerja PSM Kampung Tunggal Warga yang telah melakukan penggalangan dana untuk biaya transportasi dan akomodasi keberangkatan Budi Irawan ke Yayasan Peduli Tuna Daksa untuk melakukan pengukuran pembuatan kaki palsu. Karena untuk biaya transportasi dan akomodasi dibebankan kepada penerima bantuan. Selain pemberian bantuan kaki palsu kepada Budi Irawan, bantuan kaki palsu ini juga diberikan kepada 3 ( tiga ) penyandang difabel yaitu Arif dari Penawar Tama, Windi dari Banjar Margo, dan Bapak Asnawi dari Rawa Pitu.

Budi Irawan sangat gembira setelah menunggu kurang lebih selama dua tahun, sekarang bisa mendapatkan bantuan kaki palsu. Budi mengucapkan banyak terimakasih kepada Bu Rismayanti Ketua TKSK Kecamatan Banjar Agung, anggota IPSM Kampung Tunggal Warga, dan para Donatur yang telah membantunya sehingga bisa mendapatkan bantuan kaki palu ini.

Mudah-mudahan dengan bantuan kaki palsu ini, bisa bermanfaat bagi Budi Irawan dan teman-temannya terutama untuk membantu dalam berjalan dan beraktivitas. Sehingga aktivitas mereka bisa menjadi lebih meningkat dibandingkan dengan sebelum menggunakan kaki palsu.

( Red/JTW )

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari