Evaluasi dan pembinaan badan usaha milik kampung

Camat Banjar Agung Bapak Sudirman,SH membuka acara evaluasi dan pembinaan BumKam. (Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini)

tunggalwarga.desa.id (04/02/2018). Pada hari kamis 01/02/2018 dilaksanakan acara Evaluasi dan Pembinaan Badan Usaha Milik Kampung (BumKam). Acara ini dilaksanakan di gedung Balai Kampung Tunggal Warga, diikuti oleh para pengurus BumKam dari sebelas BumKam di Kecamatan Banjar Agung. Hadir dalam acara ini Camat Banjar Agung Sudirman,SH, Kepala Kampung Tunggal Warga, dan dua orang nara sumber dari Kepala Bidang 3 (tiga) Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa (Ami Balaw), dan tenaga ahli pengembangan ekonomi desa dari P3MD (Nala Praya).

Acara ini terlaksana atas prakarsa dari Forum Badan Usaha Milik Kampung (BumKam) Kecamatan Banjar Agung. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu untuk mengevaluasi kegiatan BumKam yang sudah terbentuk sejak tahun 2016. Khususnya di Kecamatan Banjar Agung, setelah terbentuknya BumKam, setiap Kampung telah menyalurkan penyertaan Modal Kampung untuk Kegiatan BumKam masing-masing Kampung. Selama dua tahun anggaran yaitu Tahun Anggaran 2016 dan Tahun Anggaran 2018, BumKam telah mendapatkan penyaluran dana untuk modal kegiatan usaha BumKam.

Camat Banjar Agung, Kepala Kampung Tunggal Warga, dan dua orang nara sumber telah menempati tempat yang telah disediakan. (Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini)

Selama pelaksanaan kegiatan BumKam yang berjalan selama dua tahun anggaran ini, Kegiatan BumKam khususnya di Kecamatan Banjar Agung belum pernah dilaksanakan evaluasi mengenai kegiatan BumKam di masing-masing Kampung. Melalui Forum Badan Usaha Milik Kampung Kecamatan Banjar Agung yang baru terbentuk tiga bulan yang lalu, tercetuslah rencana pelaksanaan evaluasi dan pembinaan kegiatan BumKam. Latar belakang dilaksanakan kegiatan ini adalah dari kegiatan pelaksanaan pengelolaan dan pelaporan BumKam yang masih kurang baik, sehingga perlu diadakan kegiatan ini agar pelaksanaan kegiatan BumKam bisa berjalan dengan baik.

Apalagi dari hasil laporan kegiatan BumKam yang telah dilaksanakan, ada yang laporannya mengalami kerugian, karena kurang tepat dalam menentukan jenis kegiatan yang dilaksanakan. Jenis kegiatan BumKam yang mengalami kerugian adalah kegiatan pemeliharaan dan pengembangan ternak kambing. Oleh karena itu harus diadakan analisa lagi mengenai kegiatan BumKam di masing-masing kampung. Ini juga yang menjadi dasar dilaksanakan kegiatan evaluasi ini.

Para pengurus BumKam se-Kecamatan Banjar Agung hadir dalam acara evaluasi BumaKam. (Dok.tunggalwarga.desa.id)`

Acara evaluasi dan pembinaan BumKam, kamis 01/02/2018 ini dimulai dengan sambutan dari Camat Banjar Agung Bapak Sudirman,SH. Camat Banjar Agung memberikan masukan mengenai kegiatan BumKam di Kecamatan Banjar Agung khususnya yang melaksanakan kegiatan penggemukan atau pemeliharaan kambing. Beliau menyampaikan kalau BumKam di Kecamatan Banjar Agung mengembangkan penggemukan dan pemeliharaan sapi atau kambing kemungkinan besar akan mengalami kegagalan. “Saya akan belajar dengan kelompok itu, kalau bisa dikembangkan dengan bagus,”tegas beliau.

” Karena saya dari Lampung Utara dahulu samapai di Kecamatan Banjar Agung belum pernah baik itu kampung, kecamatan, atau program Kabupaten yang memberdayakan kelompok-kelompok untuk ternak itu. Hari ini merupakan momentum atau kesempatan yang bagus untuk saling bertukar pikiran antara sesama pengurus BumKam dan konsultasi dengan tenaga ahli,”tambah beliau. Beliau mengambil contoh kegiatan BumKam di Kampung Tri Mulya Jaya yang melaksanakan kegiatan ternak kambing mengalami kerugian, tapi alhamdulillah sekarang sudah mengubah kegiatannya menjadi simpan pinjam.

Camat Banjar Agung Bapak Sudirman,SH sedang memberikan sambutan dalam acara evaluasi dan pembinaan BumKam.(Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini)

Sambutan selanjutnya dilakukan oleh Ketua Forum BumKam Kecamatan Banjar Agung (Teguh Wiyono). Beliau menyampaikan bahwa di Kecamatan Banjar Agung sudah membentuk Forum Badan Usaha Milik Kampung yang baru terbentuk tiga bulan yang lalu, dan telah melaksanakan pertemuan sebanyak tiga kali. Beliau menyampaikan bahwa BumKam masih sangat kurang dalam melaksanakan inovasi dan pengembangan usaha juga dalam melaksanakan pelaporan. Inilah yang menjadi latar belakang dilaksanakan kegiatan pada hari ini.

Selanjutnya dilakukan pemaparan dan evaluasi BumKam yang disampaikan oleh Kepala Bidang 3 Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa ( Ami Balaw ). Beliau merasa heran masih dipertanyakan mengenai legalitas BumKam, Peraturan Kampung dan AD/ART dari BumKam. Ini adalah merupakan dasar dari pembentukan BumKam. Beliau baru mengerti mengapa dipertanyakan masalah ini, dikarenakan adanya pergantian sebagian pengurus BumKam akibat dari pergantian Kepala Kampung yang baru.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa ( Ami Balaw ) sedang memberikan pemaparan. (Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini).

“Walaupun telah dibentengi oleh Permendagri 83 tahun 2017, namun masih tidak dapat membendung Kepala Kampung yang baru untuk melakukan pergantian aparatur kampung dan pengurus BumKam,”tutur beliau. Dengan pergantian pengurus BumKam ini, pasti mereka memerlukan pembinaan mengenai pelaksanaan kegiatan BumKam. Pada garis besarnya beliau menyampaikan bahwa dalam pelaksananaan kegiatan BumKam yang perlu diperhatikan adalah dua hal yaitu memilih jenis usaha yang potensi, dan pemasaran dari hasil usaha tersebut. Kalau dua hal ini bisa tercapai, mudah-mudahan kegiatan BumKam bisa berjalan dengan baik.

Nara sumber selanjutnya adalah tenaga ahli pengembangan ekonomi desa dari P3MD ( Nala Praya ). Beliau menyampaikan bahwa di Provinsi Lampung, Kabupaten Tulang merupakan Kabupaten yang terdepan dalam pembentukan BumKam. 147 Kampung di Kabupaten Tulang Bawang telah mempunyai Badan Usaha Milik Kampung, dan telah terbentuk tiga Badan Usaha Milik Antar Kampung (BumaKam ). Beliau mengamati mengenai Peraturan Kampung dan AD/ART dari BumKam banyak yang masih kurang tepat. ” AD/ART banyak yang masih copy paste,”tutur beliau. Oleh karena itu harus dilakukan perbaikan mengenai AD/ART BumKam yang masih kurang tepat.

Tenaga ahli Pengembangan Ekonomi Desa dari P3MD sedang memberikan pemaparan. (Dok.tunggalwarga.desa.id/Photo : Jaini)/p>

Sebelum membentuk BumKam, harus ditentukan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan. Jenis usaha ini nanti akan dituangkan dalan AD/ART. Dalam AD/ART juga dicantumkan insentif pengurus BumKam sejumlah 10%, dan bagi hasil dari hasil usaha BumKam untuk pendapatan asli kampung sebanyak 5% dari hasil marjin usaha BumKam. Untuk menentukan jenis usaha yang dilakukan harus dilakukan pengkajian yang mendalam, jangan sampai usaha yang dilakukan nantinya akan mengalami kegagalan, seperti kegiatan ternak kambing yang dilaksanakan oleh salah satu BumKam. “Dan selama ini saya belum pernah mendapatkan laporan dari hasil usaha BumKam pemeliharaan kambing,”tuturnya.

“Pengurus BumKam harus bisa meyakinkan Kepala Kampung mengenai usaha yang dijalankan akan mendapatkan keuntungan, supaya Kepala Kampung tidak ragu dalam memberikan penyertaan modal dalam kegiatan BumKam. Karena Kepala Kampung merupakan kuasa pengguna anggaran yang ikut bertanggung jawab dalam perkembangan usaha BumKam,”tambah beliau. Beliau mengharapkan, dari kegiatan evaluasi dan pembinaan hari ini bisa bermanfaat bagi pengurus BumKam dalam mengembangkan usaha BumKam, agar kegiatan BumKam bisa berkelanjutan dan semakin berkembang.

(Red/JTW)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari