Pembahasan rab dalam penyusunan APBKAM tahun 2018

Para operator Kampung mendengarkan penjelasan dari asisten tehnik Mas Nur Hadi mengenai hasil rab sementara. (Dok.desa.id/Photo : Jaini).

tunggalwarga.desa.id (12/03/2018). Senin 12/03/2018 dilaksanakan pertemuan mengenai pembahasan dan evaluasi mengenai rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan pembangunan tahun anggaran 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di balai kampung Tunggal Warga diikuti oleh delapan operator kampung antara lain dari kampung Tunggal Warga, Moris Jaya, Banjar Dewa, Banjar Agung, DWT Jaya, Tri Tunggal Jaya, Tri Mulya Jaya, dan Tri Mukti Jaya. Pertemuan kali ini dihadiri oleh asisten tehnik Nur Hadi sebagai tenaga ahli dalam bidang rab dan design yang bertugas memberikan pendampingan dalam pembuatan rab dan design.

Dalam pertemuan kali ini mas Nur Hadi panggilan akrab beliau memaparkan rab kegiatan pembangunan per kampung yang sudah berhasil di susun. Dari pemaparan tersebut diketahui apakah rab tersebut sudah memenuhi aturan dari SKB 4 menteri mengenai hok minimal 30 %. Apabila rab dari kegiatan pembangunan kampung belum memenuhi hok 30 % harus dilakukan langkah-langkah seperti mengubah jenis kegiatan, mengurangi volume kegiatan, dan menambah kegiatan yang murni hok.

Asisten Tehnik Mas Nur Hadi sedang memberikan penjelasan mengenai hasil rab kegiatan pembangunan. (Dok.desa.id/Photo : Jaini).

Dari pertemuan pembahasan kali ini ada beberapa kampung yang kegiatan pembangunannya mempunyai hok yang rendah, sedangkan kegiatan tersebut sudah merupakan hasil Musrenbang kampung. Hal ini menjadi kendala dalam memenuhi kriteria hok minimal 30 %. Operator kampung langsung berkoordinasi dengan kepala kampung mengenai kendala tersebut, supaya pelaksanaan pembuatan rab oleh asisten tehnik bisa segera diselesaikan dan memenuhi aturan SKB 4 menteri.

Beberapa kegiatan yang memiliki hok rendah dalam pembahasan kali ini antara lain kegiatan pembuatan dan pemasangan lampu ting, pemasangan jaringan internet, dan pembuatan sumur bor. Kalau kegiatan ini tetap harus dilaksanakan, maka akan mengakibatkan akumulasi hok yang tidak memenuhi 30 %, dan kekurangannya bisa 10 sampai 15 % dari total anggaran kegiatan pembangunan.

Para operator kampung sedang mengikuti pembahasan hasil rab kegiatan pembangunan. (Dok.desa.id/Photo : Jaini).

Apabila dalam rab kegiatan tersebut tidak memenuhi hok 30 %, maka dalam ferivikasi APBKam oleh Kecamatan tentu tidak akan di setujui, akibatnya akan menghambat tahapan pencarian dari dana desa tahap 1. Oleh sebab itu dalam pembahasan rab kali ini Mas Nur Hadi mengharapkan setiap Kampung segera menentukan jenis kegiatan pembangunan yang mempunyai hok besar, sehingga memudahkan dalam penyusunan rab yang memenuhi aturan dalam SKB 4 menteri yaitu minimal mencapai hok 30 %.

Pembahasan rab kali ini berdasarkan hasil data dari astek setiap kampung belum memenuhi kriteria hok 30 %, sehingga diperlukan penambahan jenis kegiatan yang bisa memenuhi kriteria tersebut. Asisten tehnik Mas Nur Hadi akan segera melakukan pembuatan rab kegiatan yang baru sehingga memenuhi aturan dalam SKB 4 menteri, dan penyusunan APBKAM tahun 2018 bisa cepat tersusun.

(Red/JTW)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari