Posyandu ibu hamil kampung tunggal warga

Petugas kesehatan dari Puskesmas sedang melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil dalam kegiatan Posyandu Ibu hamil di kampung Tunggal Warga. (Dok.desa.id/Photo : Musyarofah).

tunggalwarga.desa.id (20/03/2018). Posyandu merupakan bagian dari pembangunan untuk mencapai keluarga kecil bahagia dan sejahtera, dilaksanakan oleh keluarga bersama dengan masyarakat di bawah bimbingan petugas kesehatan dari puskesmas setempat. Sasaran utama kegiatan posyandu ini adalah balita dan orangtuanya, ibu hamil, ibu menyusui dan bayinya, serta wanita usia subur. Sedangkan yang bertindak sebagai pelaksana posyandu adalah kader.

Kegiatan posyandu ibu-ibu hamil yang biasa disebut dengan posyandu Bumil atau ibu hamil kampung Tunggal Warga diadakan tanggal dua puluh setiap bulan. Dilaksanakan di gedung posyandu Bougenville Kampung Tunggal Warga oleh kader posyandu desa dan petugas kesehatan bidan desa. Dalam kegiatan tesebut khusus pelayanan terhadap ibu hamil dengan pemeriksaan, senam dan pembagian makanan sehat.

Ibu hamil yang akan mengikuti pemeriksaan di Posyandu mendaftar kepada petugas kader posyandu. (Dok.desa.id/Photo : Musyarofah).

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari, dan bersama masyarakat. Posyandu bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi dan anak balita.

Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah saja, namun semua komponen yang ada di masyarakat, termasuk kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.

Para ibu hamil sedang mengantri menunggu panggilan untuk diperiksa. (Dok.desa.id/Photo : Musyarofah).

Disampaikan oleh bidan desa Sevi,Amd.Keb tentang beberapa ibu hamil dengan resiko tinggi yaitu ibu dengan tinggi badan kurang dari 145 cm, bentuk panggul ibu yang tidak normal, badan ibu kurus pucat, umur ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, jumlah anak lebih dari 4 orang, jarak kelahiran anak kurang dari 2 tahun, adanya kesulitan pada kehamilan, atau persalinan yang lalu, sering terjadi keguguran sebelumnya, kepala pusing hebat, kaki bengkak, perdarahan pada waktu hamil, keluar air ketuban pada waktu hamil, dan batuk-batuk lama.

Dilanjutkan dengan penjelasan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat Ibu hamil dengan risiko tinggi yaitu bayi lahir belum cukup bulan, bayi lahir dengan berat lahir rendah (BLR), keguguran(abortus), persalinan tidak lancar / macet perdarahan sebelum dan sesudah persalinan, janin mati dalam kandungan, ibu hamil / bersalin meninggal dunia, dan keracunan kehamilan/kejang-kejang.

Petugas kesehatan Bidan Desa sedang melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil. (Dok.desa.id/Photo : Musyarofah).

Untuk mencegah kehamilan beresiko tinggi diantaranya adalah dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan. Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X. Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif. Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

Oleh karena itu diharapkan bagi ibu-ibu hamil harus tahu tanda-tanda kehamilan resiko tinggi, jika ada tanda-tanda tersebut segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Semua itu bertujuan agar bayi yang di kandung dan ibunya tetap sehat.

(Red/JTW)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Komentari